Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Posted by mukhammad nur Selasa, 13 Agustus 2013 0 komentar
Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa
Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa | Mempertahankan hati Emas dari Puasa | beberapa Sebab yang dapat Menggugurkan Ganjaran Puasa. Sungguh di sayangkan apabila kita bersusah payah dengan penuh semangat perjuangan 45 berpuasa di bulan Ramadhan selama 1 bulan dengan Ikhlas tetapi tanpa kita sadari hasil yang kita dapat terbang hilang bagai debu tersapu angin. Saat ini aku butuh artikel di bawah dan Artikel ini sebenarnya untuk konsumsi saya sendiri atau bagi pengunjung yg butuh artikel ini, hasil surfing sih, maklum saya masih sangat butuh Ilmu (mukhammad nur : red. swear ) dan karena info ini sangat menarik bagi saya, sekalian aku share. asli asik bro, silahkan disimak artikel sekelas emas di bawah ini :

( oleh : H. Imam Masyhadi ) Nama-nama bulan dalam satu tahun itu juga sudah ditentukan oleh Allah, termasuk juga nama Ramadhan. Dan masing-masing nama itu mempunyai makna dan maksud tersendiri. Khususnya mengenai nama Ramadhan, nama ini mempunyai arti : sangat panas. Bukan berarti cuacanya yang panas, belum tentu pulabulan Ramadhan bertepatan dengan musim kemarau yang terik. Tetapi yang panas adalah suasana kehidupan pada bulan Ramadhan. Banyak masalah yang kecil dan sepele mudah berkembang menjadi masalah besar, bahkan dapat meningkat menjadi pertengkaran. Hubungan antara keluarga atau teman yang biasanya tenteram dan damai, dalam bulan Ramadhan sangat mudah terpancing untuk berselisih lantaran sebab yang ringan. Maka dari itulah, kita harus lebih berhati-hati dan waspada dalam menjalani kehidupan di bulan Ramadhan ini. Kita harus lebih kuat meengendalikan diri, agar tidak mudah terjebak dalam makar syaithon yang terkutuk, yang selalu mengajak untuk mengotori bulan Ramadhan dengan berbagai kemungkaran. Caranya adalah dengan memupuk jiwa ikhlas beribadah, terutama keikhlasan dalam elaksanakan ibadah puasa. Hadirin sekalian yang saya hormati, Pengamalan puasa itu dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu segi ilmu fiqh (syari’ah) dan dari hakekatnya puasa (Hikmah Tasyri’ Al-Islamy). Ilmu Fiqh mengajarkan cara-cara menjalankan puasa agar pengamalannya benar. Apa yang harus dilakukan dan apa saja yang harus ditinggalkan dari hal-hal yang membatalkan puasa. Juga mengajarkan tentang sunnah puasa serta apa saja yang dimakruhkan dalam berpuasa. Dengan ilmu Fiqih ini dapat kita ketahui, apakah puasa yang dilakukan seseorang itu sah ataukah batal. Apabila terpenuhi syarat dan rukunnya dan tidak melanggar hal-hal yang membatalknnya, maka puasa seseorang itu sah. Sebaliknya jika salah satu syarat atau rukunnya puasa tertinggal, atau terpenuhi tetapi melanggar hal-hal yang membatalkan puasa, maka puasa yang dilakukan oleh seseorang itu batal. Sah atau batalnya puasa seseorang, umat islam wajib mengetahui dengan ukuran ilmu fiqih. Karena wajibnya puasa dilakukan, maka wajib pula mngetahui sah atau batalnya ibadah puasa ini. Adapun urusan apakah puasa itu diterima oleh Allah ataukah tidak, hal itu sudah bukan urusan ilmu fiqh, dan manusia tidak berhak menentukannya. Karena menerima atau menolak ibadah puasa seseorang adalah hak Allah SWT secara mutlak. Puasa yang tidak sah sudah jelas tidak akan diterima oleh Allah SWT., karena sama saja dengan tidak melakukan puasa. Sedangkan puasa yang sah menurut ukuran ilmu fiqh, untuk dapatnya diterima dan mendapatkan balasan pahala dari Allah, harus dibersihkan dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Hanya puasa yang sah dan bersih saja yang diterima dan dapat memproleh pahala dari Allah SWT.
Hadirin sekalian yang saya muliakan, Ada lima dosa yang dapat menghapus pahala puasa, yang diterangkan oleh Rasulullah saw dalam Al-Hadits :
“Diriwayatkan dari Anas ra, Rasulullah saw. bersabda : Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu : berbohong, menggunjing, mengadu orang, bersumpah palsu dan memandang (lain jenis) dengan syahwat”.
Hadirin yang dirahmati Allah,

Marilah kita memahami satu persatu dosa-dosa yang menjadi noda puasa tersebut :


Pertama : berbohong adalah mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Orang berbohong adakalanya hanya untuk iseng, untuk mempermudah urusan dan menghindari pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting. Seperti ketika diajak makan mengatakan baru saja makan dan masih kenyang, walaupun sebenarnya belum makan, untuk menolak dengan sopan terhadap ajakan makan seorang teman. Ada pula yang berbohong untuk menghindari bahaya, seperti ketika ada seseorang yang dikejar akan dibunuh, kemudian orang itu disembunyikan dan mengatakan tidak tahu atau mengatakan sudah pergi. Berbohong jenis ini hukumnya malah wajib. Dan ada pula berbohong untuk mencari keuntungan, atau tidak mendapatkan keuntungan tetapi mengakibatkan kerugian orang lain. Dari itu, hukum berbohong pun bermacam-macam menurut kondisi kebohongannya. Dan kebohongan yang terakhir inilah yang mengakibatkan dosa. Jika dilakukan pada bulan Romadhon, maka di samping berdosa, juga menghilangkan pahala puasa.

Kedua : Menggunjing adalah menceritakan orang lain tentang perkataannya, perbuatannya atau keadaan pribadinya. Dan isi cerita itu benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Apabila yang diceritakan itu tentang kebaikannya atau hal-hal yang tidak membuatnya sakit hati, gunjingan ini boleh dan tidak berdosa, seperti menceritakan tentang kelucuan, kecerdikan dan sebagainya. Gunjingan yang haram adalah dengan ukuran, sekiranya orang yang digunjingkan itu mendengar, ia tidak rela. Nabi Muhammad saw. menjelaskan maksud ghibah ini dengan sabdanya :
“(ghibah adalah) engkau ceritakan tentang saudaramu, yang sekiranya ia mendengar ia tidak rela”
Dan apabila isi gunjingan itu melebihi keadaan yang sebenarnya, atau mengada-ada dengan menambah keburukannya, maka itu disebut Fitnah . Fitnah ini lebih buruk dari pada ghibah dan berakibat lebih berbahaya. Hukum fitnah juga haram dan jika dilakukan dalam bulan Romadhon, juga akan menghapuskan pahala puasa. Pengambilan hukum seperti ini dinamakan : Qiyas Aulawy.
Ada beberapa kondisi yang kita diperbolehkan menggunjing atau mubah hukumnya. Tidak berdosa dan tidak menghapuskan pahala puasa. Yaitu kalau hendak mengetahui lebih jauh terhadap calon istri, calon mertua
dan semacamnya. Sebab mengetahuinya sangat penting, agar dalam perjodohan tidak menyesal di kemudian hari. Nabi Muhammad saw. memerintahkan untuk memilih istri yang memiliki agama yang kuat. Sedangkan untuk mengetahuinya sesuai perintah Nabi, tidak mungkin akan menanyai langsung kepada yang bersangkutan, melainkan hanya melalui perantaraan orang lain atau gunjingan. Dan pembolehan gunjingan ini hanya sebatas keperluan saja. Gunjingan yang juga diperbolehkan adalah untuk penyelidikan dalam suatu perkara. Ketika terjadi kasus, hampir pasti semua fihak akan mengaku tidak bersalah. Untuk menentukan kebenaran haruslah diperlihatkan bukti atau saksi. Pihak berwenang berhak untuk menanya dan saksi harus memberikan keterangan yang benar walaupun dengan menggunjing.

Ketiga : Mengadu orang adalah mengusahakan agar terjadi permusuhan antara fihak-fihak yang tadinya rukun. Perbuatan ini biasanya merupakan tindak lanjut dari gunjingan atau fitnahan. Mengadu orang dengan motivasi apa pun, baik hanya iseng, hobby, apalagi dengan tujuan mencari keuntungan atau membuat kekisruhan, semuanya dilarang dalam agama Islam. Sebab fihak-fihak yang diadu pasti akan mengalami kerugian, baik materi atau moral.

Keempat : Bersumpah palsu pasti dengan sengaja akan menguntungkan suatu fihak dan merugikan fihak yang lain. Dan pasti pula akan menghilangkan kebenaran berganti dengan kezholiman. Perbuatan ini sungguh sangat dilaknat oleh Alloh dan Rosul-Nya.

Dan ke lima adalah : memandang orang lain lawan jenis dengan syahwat. Yang dimaaksud dengan syahwat di sini adalah : ada dorongan dari hati untuk memandangnya atau meneruskan pandangan yang mulanya tidak disengaja.

Para hadirin sekalian, Lima perbuatan dosa yang tersebut dalam Al-Hadits di atas semuanya adalah perbuatan haram. Melakukannya di luar Ramadhan akan mendapatkan dosa. Sedangkan melakukannya di bulan Ramadhan maka puasa seseorang tetap sah, tidak batal, dan tidak boleh dibatalkan, tidak wajib mengganti (qodho’) di luar Ramadhan. Dia sudah terlepas dari kewajiban berpuasa dan insya Allah sudah tidak disiksa dalam hal puasa, karena telah melakukannya dengan sah. Namun dalam urusan pahala, jangan mengharap mendapatkannya, karena telah terhapus dengan noda-nodapuasa tersebut.

Rasulullah saw. telah bersabda :
“ Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa (dari puasanya itu) selain lapar dan haus”

Para hadirin,  Menghindari sebersih-bersihnya dari lima larangan tadi memang sangat sulit. Maka jika sewaktu-waktu kita terlanjur melakukannya, segeralah menyadari kesalahan dan segera pulalah memohon ampun kepada Alloh, semoga ancaman tersebut tidak jadi diberlakukan karena taubat kita. Akhirnya, dengan mengingat tuntunan ini, marilah bersama-sama kita berusaha agar puasa kita tetap bersih, dengan menjaga lesan dari kebohongan, menggunjing, fitnah, mengadu orang dan bersaksi palsu. Menjaga mata dari pandangan haram terhadap wanita bukan mahrom. Semoga Allah SWT. senantiasa membimbing kita semua, sehingga dapat meninggalkan semua larangan-Nya dan larangan Rasul-Nya dengan hati yang ringan,
Amin Ya Rabbal Alamin (jatim.kemenag.go.id)

Bisa Saja setelah kita berpuasa Ramadhan selama 1 bulan tetapi kita masih melakukan 5 hal diatas maka tidak menutup kemungkinan pahala kita akan berguguran, sungguh di sayangkan bukan ? saya sendiri harus ekstra keras untuk menghindari 5 hal diatas walau sebenarnya tidak mudah. Semoga Alloh Menghapus dosa-dosa umat Islam. artikel Aneka Jaya Gresik ini tentang Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa
Ditulis oleh mukhammad nur
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://anekajayagresik.blogspot.com/2013/08/lima-dosa-yang-menghapus-pahala-puasa.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Toko Aneka Jaya Gresik Jual Perhiasan Emas - Support jogelo | Copyright of Toko Perhiasan, Toko Emas, Emas, Kuning, Emas Putih, Emas Murni, Aneka Jaya.
Islam itu Cinta Damai Islam adalah Agama Damai.